• Beranda
  • Artikel
  • Hutan Lindung Mangrove Angke: Penjaga Stabilitas Wilayah Pesisir Jakarta

Hutan Lindung Mangrove Angke: Penjaga Stabilitas Wilayah Pesisir Jakarta

30 Juni 2026

Jakarta dikenal sebagai kota yang penuh kesibukan. Gedung-gedung tinggi dengan berbagai aktivitas warga di dalamnya, jalanan yang selalu padat, dan sudut-sudut lainnya yang juga tak pernah sepi. Namun, dibalik hiruk-pikuk kesibukannya, Jakarta punya area hijau yang menjadi paru-paru kota sekaligus penopang kehidupan di wilayah pesisir yaitu Hutan Lindung Mangrove Angke yang berada di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara.


Kenalan lebih dekat dengan Hutan Lindung Mangrove Angke

Hutan Lindung Angke Kapuk memiliki luas 44,76 hektar dan berlokasi di Jalan Pantai Indah No. 15, Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara. Kawasan ini dijadikan area konservasi flora dan fauna, di mana terdapat 15 jenis tanaman mangrove. Selain itu, kawasan ini juga menjadi habitat berbagai fauna seperti burung belibis, bangau abu, cekakak sungai, elang laut perut putih, elang tiram, biawak air, raja udang biru, dan masih banyak lagi. Tidak hanya sebagai ruang hijau, kawasan ini juga telah berkembang menjadi destinasi ekowisata yang menarik. Taman wisata alam mangrove Angke menawarkan suasana hijau, udara segar, dan pemandangan hutan mangrove yang menenangkan sehingga cocok untuk melepas penat sekaligus menjadi lokasi edukasi lingkungan. 

Baca juga:  Bukan Hanya dari Pajak, Retribusi Jasa Umum Juga Salah Satu Sumber Pendapatan Daerah 


Peran besar Hutan Lindung Mangrove bagi Jakarta

Hutan mangrove bermanfaat untuk menjaga abrasi, erosi, dan pencemaran laut, menghasilkan oksigen, menyerap karbon, serta melestarikan flora dan fauna di sekitarnya. Bagi Jakarta yang rentan terhadap banjir rob dan kenaikan permukaan air laut, keberadaan mangrove bukan sekadar pelengkap ruang terbuka hijau. Penanaman mangrove di wilayah pesisir Jakarta menjadi salah satu solusi pertahanan terhadap risiko bencana banjir sekaligus menghadapi tantangan krisis iklim.

Setiap warga Jakarta punya peran penting untuk turut menjaga hutan mangrove ini. Hal paling sederhana yang bisa dilakukan adalah tidak membuang sampah sembarangan di kawasan pesisir, mendukung kegiatan penanaman mangrove yang kerap diselenggarakan di kawasan ini, serta turut menyebarkan kesadaran pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan kepada seluruh lapisan masyarakat.

Di balik tiket masuk, ada kontribusi untuk Retribusi Daerah Jakarta dan pelestarian lingkungan

Setiap kunjungan ke kawasan ini turut berkontribusi pada pendapatan retribusi daerah. Retribusi daerah menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah yang digunakan untuk membiayai pembangunan dan pelayanan publik, termasuk peningkatan kualitas infrastruktur, kebersihan, dan fasilitas umum. Retribusi yang masuk juga berperan dalam mendanai pemeliharaan dan rehabilitasi kawasan itu sendiri untuk menjaga agar hutan ini tetap terjaga kelestariannya. Jadi, ketika kamu membayar tiket masuk saat mengunjungi kawasan mangrove, uang itu bukan sekadar tiket hiburan, tetapi kontribusi nyata untuk pembangunan Jakarta dan pelestarian lingkungannya. Yuk, kunjungi, jaga, dan dukung kelestarian Hutan Lindung Mangrove Agke, karena alam yang sehat adalah fondasi dari kota yang tangguh.