background

Makasar Benahi Online System

Pelayanan Terpadu
Diperbaharui: 30 June 2016 05:51 Oleh: Bapenda Dev

Makasar Benahi Online System

[caption id="attachment_376032" align="alignleft" width="720"]Pantai di Kota Makasar Pantai di Kota Makasar[/caption]

Bagi objek pajak yang sudah beroperasi namun tidak bersedia di online-kan maka izin usahanya akan dicabut.

Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kota Makasar Irwan Rufiadi Adnan menyampaikan bahwa saat ini Kota Makasar sudah menerapkan online system di wilayahnya melalui kerjasama dengan BRI. Namun menemui kendala yang disebabkan server BRI berada di Jakarta sehingga mengalami kesulitan dalam hal koordinasi dengan BRI.(16/6/2016)

Sehubungan dengan hal ini Dispenda Kota Makasar sedang melakukan penjajakan dan melakukan upaya untuk membangun sistem yang dikelola sendiri, sehingga meminimalisir ketergantungan dengan pihak ketiga. Dispenda Kota Makasar berkonsultasi terkait sistem pengadaan dan dana yang dkeluarkan serta hal-hal yang harus dipersiapkan.

Kepala Unit Pelayanan Penyuluhan dan Layanan Informasi, Erma Sulistianingsih menyampaikan bahwa Pajak hotel, hiburan, restoran dan parkir di DKI Jakarta mekanisme pemungutannya sudah di online-kan melalui CMS BRI.

Untuk wajib pajak yang masih manual dalam transaksinya disediakan alat e-POS sebagai pengganti cash register yang online sehingga transaksi yang dilakukan dapat dipantau secara realtime. Dan penerbitan izin usaha baru dipersyaratkan untuk membuat pernyataan bersedia di online-kan apabila tidak bersedia, maka izin tidak diterbitkan, demikian ditambahkan Muhamad Abrar, Kasie strategi penerimaan Renbang.

Dinas Pelayanan Pajak menyediakan alat e-POS melalui mekanisme pengadaan, jumlah alat sebanyak 5.555 buah. Saat ini masih dalam tahap distribusi ke wajib pajak yang dilakukan oleh pihak Sudin dan UPPD.

Dispenda Kota Makasar akan melakukan kunjungan lanjutan ke Dinas Pelayanan Pajak, untuk lebih detail mengkonsultasikan mengenai online system tersebut.

Sekilas mengenai Makassar

Kota Makassar, dari 1971 hingga 1999 secara resmi dikenal sebagai Ujung Pandang adalah ibu kota provinsi Sulawesi Selatan. Makassar merupakan kota Internasional serta terbesar di kawasan Indonesia Timur dan pada masa lalu pernah menjadi ibukota Negara Indonesia Timur Provinsi Sulawesi.

Makassar terletak di pesisir barat daya Pulau Sulawesi dan berbatasan dengan Selat Makassar di sebelah barat, Kabupaten Kepulauan Pangkajene di sebelah utara, Kabupaten Maros di sebelah timur dan Kabupaten Gowa di sebelah selatan.

Dari aspek pembangunan dan infrastruktur, kota Makassar tergolong salah satu kota metropolitan di Indonesia, yaitu urutan kedua terbesar di luar pulau Jawa setelah kota Medan. Dengan memiliki wilayah seluas sekitar 200 kmĀ² dan jumlah penduduk lebih dari 1,5 juta jiwa. Kota ini berada di urutan kelima berpenduduk terbesar di Indonesia setelah Jakarta, Surabaya, Bandung dan Medan.

Secara demografis, kota ini tergolong tipe multi etnik atau multi kultur dengan beragam suku bangsa yang menetap di dalamnya, di antaranya adalah Bugis, Toraja, Mandar, Buton, Jawa, dan Tionghoa.

Makanan khas Makassar yang umum dijumpai dimana-mana adalah Coto Makassar, Roti Maros, Jalangkote, Bassang, Kue Tori, Palubutung, Pisang Ijo, Sop Saudara dan Sop Konro. (Andri/Suni/Pohan Humas Pajak Jakarta) [caption id="attachment_376033" align="alignleft" width="1024"]Kunjungan Kadispenda Makasar Kunjungan Kadispenda Makasar[/caption]

Tags:
×